Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berikut 10 Fakta Menarik Tentang Luar Angkasa

Konten [Tampil]
Angkasa memiliki sejuta pesona dan misteri yang hingga kini banyak belum terpecahkan Tak ayal ini mengundang ketertarikan bagi para ilmuwan dan kita untuk terus mencari tahu hal-hal yang dapat dipelajari. Banyak perbedaan atas apa yang terjadi di langit dan bumi Ini menjadikan semesta semakin menarik untuk terus diteliti. Ternyata, banyak fakta-fakta unik soal ruang angkasa dan berbagai hal di sekitarnya.

Berikut 10 Fakta Menarik Tentang Luar Angkasa

10. Satu Hari Mengalami 17X Matahari Terbit

Matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit di orbitsehingga para astronot sangat sulit untuk tidur nyenyak karena tidak adanya hari normal / siklus malam. Untuk mengatasi ini, administrator ISS mengatur jadwal astronot untuk menjaga agar kegiatan mereka sesuai Jam onboard ISS diset ke Greenwich Mean Time (GMT) Untuk menjaga astronot tetap pada jadwalnya Mission Control melakukan panggilan saat bangun tidur.

9. Astronot Tumbuh Lebih Tinggi

Tanpa gaya tekan gravitasi tulang belakang astronot akan berkembang dan tumbuh lebih tinggi biasanya antara 5 sampai 8cm. Sayangnya, tinggi ekstra dapat membawa komplikasi, yang dapat mencakup masalah sakit punggung dan saraf. Tinggi badan salah satu astronot dari AS, Scott Kelly (52th) bertambah sekitar 2 inci atau sekitar 5 sentimeter setelah tinggal di stasiun antariksa internasional atau ISS selama 340 hari. Astronot ini bertambah tinggi saat berada di luar angkasa karena tulang belakangnya memanjang. Namun, akan kembali ke kondisi sebelumnya tak lama setelah kembali ke Bumi. Perubahan tinggi badan selama di ruang tanpa bobot menjadi topik penelitian penting yang dikembangkan NASA untuk menyiapkan misi luar angkasa yang membutuhkan waktu lama seperti perjalanan ke Mars.

8. Astronot Berhenti Mendengkur

Sebuah studi pada tahun 2001 menunjukkan bahwa astronot yang mendengkur di Bumi tertidur diam di ruang angkasa Itu karena gravitasi memainkan peran yang dominan dalam generasi apneas, hypopneas, dan mendengkur. NASA bahkan telah merekam aktivitas awak kapal yang sering mendengkur , tetapi efek gravitasi nol muncul untuk mengurangi mendengkur.

7. Beberapa Makanan Dan Bumbu Membutuhkan Penambahan Air Untuk Dimakan

Dalam pesawat, garam dan merica tersedia tetapi hanya dalam bentuk cair. Hal ini karena astronot tidak menaburkan garam dan merica pada makanan mereka di ruang angkasa. Garam dan merica hanya akan mengambang. Sangat berbahaya karena bisa menyumbat ventilasi udara, mencemari peralatan atau terjebak dalam mulut, mata atau hidung astronot.

6. Wisata Ke Luar Angkasa

Harga untuk ikut paket perjalanan ke luar angkasa dari Space Adventures di Baikonur Cosmodrome, dipatok sebesar USD 35 juta atau setara Rp 496 miliar. Harga yang selangit mahalnya mampu membuat Anda menembus langit dan hidup selama beberapa hari menjadi astronot. Seiring berkembangnya zaman kini semakin banyak perusahaan yang menawarkan wisata ke luar angkasa dengan harga paket yang lebih murah. Setelah perusahaan Amerika Serikat yang melayani hal itu kini Rusia juga bergabung dalam bisnis itu. Tiket untuk melakukan sekali perjalanan Virgin Galactic mematok harga US$ 250 ribu atau sekitar Rp 3,2 miliar. Harga itu setara dengan rencana harga tiket Kosmo Kurs. Dan pesawat tersebut akan membawa wisatawan terbang setinggi 124 mil di atas permukaan bumi.

5. Satelit Bergerak Cepat Dan Tidak Hancur

Rata-rata kecepatan satelit di luar angkasa adalah 28.000 km per jam, tapi tidak semua satelit mempunyai kecepatan yang sama. Kecepatan satelit bervariasi, tergantung dari tugas dan lokasi orbitnya. sebab semakin jauh dari titik pusat gravitasi, maka kecepatan orbit lebih lambat. Dengan kecepatan tersebut, maka satelit mampu mengorbit bumi hanya dengan waktu 92 menit untuk sekali putaran. Cepatnya satelit menyebabkan para pemburu foto satelit sangat sulit untuk menemukannya. Luar angkasa merupakan ruang hampa udara untuk itu bentuk aerodinamis tidak diperlukan dalam pembuatan body satelit Berbeda dengan bentuk pesawat atau roket yang membawa satelit dan astronot yang terbang di udara yang harus didesain aerodinamis. Sebab badan pesawat bergesekan dengan udara. Semakin cepat sebuah pesawat maka bentuknya harus semakin aerodinamis agar tidak tertahan oleh udara atau angin. Dengan bergerak di ruang hampa udara maka tidak akan merusak atau menghancurkan satelit yang melaju kencang dan bentuknya tidak aerodinamis hal ini bisa di buktikan dengan percobaan Ruang Hampa Udara - Menjatuhkan Bulu angsa dan Bola basket.

4. Satelit Tidak Membutuhkan Bahan Bakar Untuk Mengorbit

Kecepatan satelit didapat dari roket yang sudah mencapai angkasa, Karena Luar angkasa merupakan ruang hampa udara maka satelit tetap mengorbit dalam kecepatan konstan, karena tidak ada udara yang menghambatnya hal ini sesuai dengan hukum pertama Newton secara sederhana dikatakan bahwa. "Setiap benda akan terus diam atau bergerak dengan kecepatan konstan kecuali ada gaya yang bekerja pada benda tersebut". Inilah yang membuat pada dasarnya satelit dan benda-benda angkasa bisa bergerak mengorbit bumi tanpa bahan bakar. hanya perlu initial velocity atau kecepatan awal. Hal ini bisa dijelaskan dengan percobaan ruang hampa Percobaan Gasing berputar konstan diruang hampa udara. Satelit hanya membutuhkan bahan bakar dalam jumlah kecil sekedar untuk manuver, misalnya untuk menghindari sampah angkasa, pemindahan lokasi orbit, atau dipindah tugaskan di belahan bumi lain. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya, Satelit mengandalkan tenaga matahari (solar cell) untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini cukup untuk operasi seluruh rangkaian elektronik dalam satelit.

3. Satelit Bertabrakan Diluar Angkasa

Orbit satelit telah diatur dengan sedemikian rupa agar tidak menyinggung satelit lainnya. Namun kejadian di lapangan bisa saja tidak sesuai perhitungan Setidaknya ada 11 kali tabrakan satelit dengan satelit lainnya Efek tabrakan juga bervariasi, jika orbitnya searah tidak akan membuat kerusakan yang berarti karena hanya sekedar menyenggol. Namun tabrakan bisa menghancurkan satelit hingga berkeping-keping jika arah orbitnya berbeda. Keduanya hancur dan kepingannya tetap mengorbit bumi. Tabrakan antar satelit memang ada tapi sangat jarang karena orbitnya sudah diatur ditambah luar angkasa yang sangat luas.

2. Sampah Luar Angkasa

Angka terbaru dari NASA menunjukkan ada lebih dari 500.000 keping sampah antariksa saat terlacak di orbit, mereka melayang dengan kecepatan hingga 28.160 km /h (17.500 mph). NASA menyebutkan mayoritas benda-benda itu memang berukuran kecil sekitar ukuran kelereng tetapi ada sekitar 20.000 berukuran lebih besar. Sampah tersebut biasanya berasal dari pecahan roket pendorong satelit mati, lapisan cat yang terkelupas, atau pun fragmen kecil bekas tabrakan satelit. Kerusakan satelit yang disebabkan oleh benturan dengan sampah ruang angkasa dapat menimbulkan hasutan oleh negara lain. Oleh karena itu, Surrey Space Centre bersama lembaga antariksa lainnya akan meluncurkan satelit pembersih [Remove Debris]. Satelit ini akan membersihkan 7.000 ton sampah di ruang angkasa yang mengitari bumi. Misi terakhir RemoveDebris adalah dengan mengibarkan semacam payung raksasa yang berfungsi memperlambat kecepatannya, kemudian kehilangan ketinggian, bergesekan dengan atmosfer, dan terbakar hingga habis bersama sampah yang dibawanya.

1. Kehidupan Lain Diluar Angkasa

Pada tahun 1977, NASA meluncurkan Voyager 1 dan Voyager 2 untuk mempelajari sistem luar matahari dan ruang angkasa. Dalam bagian misi perpanjangan kedua pesawat membawa rekaman vinil emas. yang berisi 116 gambar dan bunyi-bunyian dari bumi yang bervariasi, dari suara bayi menangis sampai musik Mozart. Seperti yang dijelaskan oleh Carl Sagan, gambar dan suara tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan secara positif keragaman sosial dan budaya manusia. Para ilmuwan telah memastikan unsur-unsur dasar di ruang antar planet di alam semesta itu terdiri dari karbon, nitrogen, oksigen dan atom, unsur-unsur ini selanjutnya membentuk komponen atom dasar kehidupan kita. Para ilmuwan juga telah menemukan banyak bukti yang tak terbantahkan menegaskan adanya kehidupan di luar bumi. Di antara miliaran galaksi yang dapat diamati dimana meskipun terdapat kehidupan di galaksi dalam skala yang sangat kecil.