Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Itu Keputihan? Penyebab Keputihan Tidak Normal dan Tips Cara Menghindarinya

Konten [Tampil]
Apa Itu Keputihan? Penyebab Keputihan Tidak Normal dan Tips Cara Menghindarinya
keputihan ini bisa terjadi secara normal ataupun tidak normal. Kalau normal, kita sebut dengan fisiologis. Sedangkan yang tidak normal kita sebut dengan patofisiologis. Keputihan yang normal berkaitan dengan siklus menstruasi. Biasanya jumlah lendir yang dihasilkan pada masa subur akan lebih banyak jumlahnya. Namun pada keputihan normal, tidak terjadi tanda-tanda seperti bau, kemudian tidak terjadi gatal-gatal pada kulit organ intim dan sebagainya. Namun jika anda semua, para wanita menemukan keputihan yang dihasilkan warnanya sudah berubah menjadi kuning ataupun berbau. Kemudian terjadi iritasi atau gatal. Jika sudah begitu, sebaiknya anda kunjungi dokter anda.

Penyebab Keputihan Patofilsiologis

Apa saja penyebab keputihan yang tidak normal ini atau yang kita sebut dengan patofilsiologis? disini akan membahas beberapa gejala dan ciri-ciri keputihan yang tidak normal dan apa saja penyebabnya. Biasanya keputihan yang tidak normal tersebut disebabkan oleh infeksi.

  1. Yang pertama adalah keputihan yang berwarna kuning, hijau, atau berbuih. Keputihan jenis ini biasanya disebabkan oleh trikomoniasis, Yaitu suatu infeksi menular seksual yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Dan disebabkan oleh parasit yang disebut trichomonas vaginalis.
  2. Penyebab keputihan tidak normal yang kedua adalah keputihan yang disertai luka melepuh pada sekitar area organ genital. Jadi penyebab jenis keputihan ini adalah disebabkan oleh herpes genital. Biasanya, pada penderita akan terjadi luka melepuh pada kulit organ genitalnya dan disertai dengan rasa sakit di sekitar organ intim. Jadi, kurang lebih seperti itu gambarannya.
  3. Kemudian yang ketiga, yaitu keputihan dengan lendir kental berwarna putih dan disertai dengan rasa gatal. Biasanya jika keputihannya seperti ini, kental dan berwarna putih, maka disebabkan oleh jamur. Dan gejala-gejala yang menyertai biasanya adalah rasa gatal dan perih di sekitar vagina.
  4. Lalu keputihan yang keempat. Yaitu keputihan dengan lendir encer berwarna putih atau abu-abu, dan disertai dengan bau amis. Kalau seperti ini, biasanya disebabkan oleh bakteri. Hal ini bisa terjadi karena perubahan keseimbangan pH atau keseimbangan flora normal pada organ intim anda. Jadi, lendir yang dihasilkan itu biasanya berbau, kemudian berwarna putih juga atau abu-abu. Jadi apabila anda menemukan yang seperti ini, coba segera periksakan diri anda ke dokter agar dokter dapat memeriksa anda dan memberikan antibiotik yang tepat.
  5. Kemudian yang kelima. Keputihan dengan lendir berwarna cokelat dan mengandung darah. Kalau seperti ini, biasanya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Atau bisa jadi, ini merupakan indikasi terjadinya kanker serviks atau kanker leher rahim. Jadi apabila anda menemukan keputihan yang seperti ini, segera periksakan diri anda ke dokter.
  6. Lalu ciri-ciri keputihan yang terakhir, yaitu keputihan disertai dengan rasa nyeri atau pendarahan. Jadi apabila terjadi pendarahan lagi di luar siklus menstruasi, berhati-hatilah dan segera periksakan diri anda ke dokter. Apalagi jika saat anda berhubungan seksual terasa nyeri. Jadi tidak seperti nyeri yang biasanya, melainkan nyeri yang luar biasa. Kemungkinan besar ini adalah indikasi anda terinfeksi gonorrhea atau chlamydia. Dan anda harus periksakan diri anda ke dokter supaya anda mendapatkan diagnosa yang pasti.

Jika anda bertanya, “Saya harus periksakan ke dokter apa?”. Saran, anda periksakan diri anda ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Tips Agar Terhindar Dari Keputihan

Berikut tips untuk anda ‘Bagaimana sih caranya menjaga organ intim supaya terhindar dari keputihan?’.

Jaga Kebersihan Organ Intim

Yang pertama, jaga kebersihan atau higienitas. Jadi saat membersihkan organ intim anda, sebaiknya gunakanlah handuk atau kain yang halus agar tidak mengiritasi kulit anda. Anda bisa menyeka dari depan ke belakang. Jadi dari arah depan ke belakang, dan jangan dibolak balik. Karena yang dikhawatirkan, kuman dari anus akan ikut masuk ke organ intim anda. Akhirnya terjadi infeksi disana.

Hindari Penggunaan Gel, Antiseptik, Sabun yang wangi, ataupun Parfum yang terbuat dari Alkohol

Kemudian yang kedua, hindari penggunaan gel, antiseptik, sabun yang wangi, ataupun parfum yang terbuat dari alkohol. Jadi begini Intinya organ intim anda atau vagina anda mempunyai sistem pembersihan dirinya sendiri. Dengan cara apa? Mengeluarkan sekret itu tadi. Jadi, sekret itu keluar bersama sel-sel mati, sel-sel yang tidak terpakai. Sel yang tidak berguna lagi akan keluar dengan sendirinya. Jadi, anda tidak perlu menggunakan sabun ataupun detergen, ataupun antiseptik untuk membersihkannya. Jadi apabila ingin membersihkan, gunakan air saja dan dilap dengan baik. Jangan digosok-gosok sampai iritasi.

Pilih Pakaian Dalam Berbahan Katun

Tips yang ketiga, yaitu pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari katun yang mempunyai daya serap yang baik. Mengapa demikian? Jika terlalu basah di dalam, jika anda berkeringat dan kain tersebut tidak dapat menyerap keringat akhirnya disana lembab, mudah tumbuh jamur, serta mudah tumbuh kuman. Selain itu juga harus mengganti pakaian dalamnya 2-3 kali sehari. DIGANTI, Bukan dibalik Set A-Set B kayak kaset. Diganti ya.

Lakukan Hubungan Seks yang Aman

Kemudian yang keempat. Lakukan hubungan seks yang aman. Jadi untuk anda semua, sebenarnya ini adalah konten dewasa. Jika anda ingin berhubungan seks, lakukanlah dengan pasangan anda masing-masing. Tentu saja bagi yang sudah menikah, kalau di Indonesia. Jadi, jangan gonta ganti pasangan. Apalagi yang bukan pasangan anda.

Lakukan Pemeriksaan Rutin

Lalu tips yang kelima adalah lakukanlah pemeriksaan rutin. Jadi khusus untuk anda, dianjurkan ini untuk anda yang sudah menikah. Jadi biasanya pada usia 25 tahun dan seterusnya, sebaiknya anda rutin secara berkala setiap tahun atau setiap 6 bulan. cek ke dokter ataupun ke bidan terdekat anda. Yaitu untuk mendeteksi secara dini, apakah terjadi kanker, apakah terjadi penyakit yang biasanya gejala-gejala tersebut tidak muncul. Tetapi dengan melakukan pemeriksaan tersebut, maka akhirnya bisa dideteksi secara dini.

Gunakan Pembalut yang Baik dan Nyaman

Tips yang selanjutnya. Pada saat menstruasi, gunakanlah pembalut yang baik dan nyaman. Gunakan yang bahannya lembut agar tidak mengiritasi kulit organ intim anda. Dan saran saya, jangan terlalu pelit dalam memilih pembalut, apalagi menggunakan pembalut. Ada yang pakai dari pagi sampai malam tidak diganti. Kalau sudah seperti ini, darah tadi merupakan media yang sangat baik untuk pertumbuhan kuman. “Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mengganti pembalut? Apakah harus menunggu penuh?”. Jawabannya adalah gantilah setiap 3-4 jam. Apalagi ketika cuaca sedang panas. Mungkin sekitar 2-3 jam, anda harus ganti pembalut anda. Jadi, jangan terlalu pelit. Jangan terlalu irit. Akhirnya, terjadi infeksi di organ intim anda.

Periksa Diri Sendiri

Lalu, tips yang terakhir. Ini untuk anda semua, para wanita. Rajin-rajinlah periksa diri anda sendiri. Gunakan cermin supaya lebih mudah. Jadi, anda periksa sendiri ya Jangan menyuruh teman anda, jangan menyuruh pacar anda. Anda sendiri yang harus periksa. Ketika ditemukan tanda-tanda yang tidak normal, segera kunjungi dokter spesialis agar anda diperiksa.

 Oke, itu saja 8 tips  Bagaimana caranya supaya anda dapat mencegah keputihan yang patofisiologis. Semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat untuk anda semua.