Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Perbedaan Antara Aset, Omset dan Profit

Konten [Tampil]
Pengertian dan Perbedaan Antara Aset, Omset dan Profit
Sumber Gambar : logiframe.com
Sebagai seorang pengusaha pemula. tentunya pengusaha pemula itu pasti yang dipikirkan ada 2. yang pertama modal yang kedua keuntungan. kalo hanya memikirkan dua hal tersebut. itu keliru cash flow keuangan bakal kacau. disini akan membahas perbedaan antara aset omset dan juga profit.

Sebuah analogi terlebih dahulu, analogi ini digambarkan dengan adanya satu orang. pemuda bernama si andy. si andy ingin membuka sebuah usaha. ingin mempunyai sebuah bisnis yang besar. tetapi si andy hanya mempunyai uang 100ribu dikemudian si andy terpikir dia mau bisnis baju, besoknya dia mencoba berjualan baju dengan modal 100ribu itu, jadi dia belanja baju 1 unit dengan harga 100ribu. kemudian besok harinya bajunya itu dia jual 150 ribu. disini kita sudah bisa ambil kesimpulan bahwa pertama si andy punya modal 100 ribu. yang kedua si andy mempunyai keuntungan 50 ribu. pertanyaan nya disini berapakah omset si andy, berapakah aset si andy, dan juga berapakah profit si andy.

Yang pertama aset, aset itu ada 2 jenis. yang pertama adalah aset bisnis yang kedua ada aset tabungan. disini kita akan lebih fokus ke aset bisnis. Aset bisnis disini si andy punya uang 100 ribu kita biasanya menyebut itu modal ternyata itu adalah aset si andy jadi si andy mempunyai aset 100 ribu rupiah. pertanyaan yang kedua berapakah omset si andy? omset adalah hasil dari penjualan, tadi si andy menjual satu unit kaos seharga 150 ribu berarti omset si andy adalah modal ditambah dengan keuntungan yaitu 150ribu itu adalah omset si andy. yang ke tiga berapakah profit si andy. Profit itu bahasa mudahnya adalah kuntungan itu sangat umum tetapi beda bahasa jadi profit si andy adalah 50ribu.

Banyak permasalah bagi pengusaha pemula. permasalahan yang pertama mereka tidak bisa membedakan antara aset omset dan profit. yang akan kali ini dibahas adalah fungsi nya. yang pertama itu fungsi aset itu jelas untuk perputaran usaha untuk perputaran bisnis. jadi jangan sampai uang aset tadi terpakai untuk kebutuhan rumah tangga. misalnya penjualan produk terpakai untuk makan siangg. yang kedua itu fungsi dari omset itu untuk perputaran setiap bulan cash flow perputaran setiap bulan. omset itu bukan uang kalian semuanya ada aset nya ada profitnya. fungsi yang ketiga profit. profit baru bisa dipakai untuk kebutuhan sehari hari.

Banyak pengusaha pemula ketika dapat profit. mereka habiskan semuanya kalo misalnya setiap bulan seperti ini kapan bisnisnya mau besar. banyak orang atau pengusaha pengusaha sukses ketika mendapatkan profit mereka sisihkan untuk investasi ke aset bisnis mereka supaya bisnis nya bisa lebih besar lagi. contohnya si andy asetnya 100ribu. profit si andy 50ribu. kalo misalnya dia menyisihkan 20ribu dari profit untuk masuk aset. berarti aset si andy 120ribu. itu bisa membeli kaos yang lebih banyak lagi. harusnya setiap bulan seperti itu kalo bisnisnya mau besar. tapi kalo misalnya bisnisnya mau stagnan ketika dapat profit habiskan semuanya perputaranya sebegitu gitu aja. jadi uangnya hanya seitu itu aja aset nya hanya seitu itu aja. omsetnya pun hanya seitu itu aja.